Drama Andante yang Diperankan Kai EXO Tamat, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Kamu Ambil Darinya

Drama Andante yang Diperankan Kai EXO Tamat, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Kamu Ambil Darinya

Sylvia Dewi Yuliasari
Monday, 08 January 2018, 19:30:00 1867 0
Drama Andante yang diperankan oleh Kai EXO sudah tamat (dok. Istimewa)
Drama Andante yang diperankan oleh Kai EXO sudah tamat (dok. Istimewa)

Meski drama Andante yang diperankan oleh Kai EXO tamat di episode 16 hari minggu kemarin, kita tetap bisa memetik 5 pelajaran ini dari drama tersebut.

Memulai shooting di bulan Januari 2017 saat Kai sedang libur dari kegiatannya bersama EXO, drama ini tayang perdana tanggal 24 September 2017 dan berakhir tanggal 7 Januari 2018 lalu.

Kai mengorbankan waktu liburnya di EXO untuk drama Andante (dok. Naver)
Kai mengorbankan waktu liburnya di EXO untuk drama Andante (dok. Naver)

Drama Andante merupakan drama keluarga yang bergenre coming-of-age ini bercerita tentang Lee Shi-Kyung (Kai EXO), seorang anak kota yang hidupnya berubah setelah bertemu Kim Bom (Kim Jin-Kyung) saat pindah ke desa. 

Dengan genre yang berfokus pada perkembangan psikologi dan cerita si tokoh, kita bisa mengambil 5 pelajaran ini nih, Teens dari sosok Lee Shi-Kyung dan orang-orang sekitarnya. Apa saja? 

1. Jangan takut membuat keputusan besar

Lee Shi-Kyung dan adiknya Lee Shi-Young (Lee Ye-Hyun) awalnya adalah anak Seoul yang dimanjakan dengan teknologi dan semua kemudahan ibu kota. Karena kehidupan di kota semakin sulit mengingat mereka dibesarkan sendiri oleh sang ibu karena sang ayah hilang saat menjadi sukarelawan perang, mereka terpaksa pindah ke desa tempat nenek mereka tinggal.

Lee Shi-Young (Lee Ye-Hyun) dan Lee Shi-Kyung (Kai EXO), kakak beradik yang pindah dari Seoul ke desa (dok. Naver)
Lee Shi-Young (Lee Ye-Hyun) dan Lee Shi-Kyung (Kai EXO), kakak beradik yang pindah dari Seoul ke desa (dok. Naver)

Meski terasa sulit pada awalnya karena mereka tak pernah akur dengan sang nenek juga kebiasaan warga desa yang aneh, nyatanya keputusan mereka untuk berpindah ke desa itulah yang merubah seorang Shi-Kyung si pecandu games dan Shi-Young si pembangkang menjadi pribadi yang lebih baik bahkan menjadi penolong bagi orang-orang di sekitarnya. 

2. Cinta yang tulus bisa merubah kita menjadi orang yang baik

Di desa, Lee Shi-Kyung bertemu dengan Kim Bom yang juga anak pindahan dari Seoul. Meski Shi-Kyung bersifat lugu bahkan cenderung bodoh dan Bom bersifat misterius dan kaku, keduanya justru cocok dan menjadi sepasang kekasih.

Lee Shi Kyung dan Kim Bom menjadi sepasang kekasih yang saling melengkapi (dok. Naver)
Lee Shi Kyung dan Kim Bom menjadi sepasang kekasih yang saling melengkapi (dok. Naver)

Memiliki sifat dan masalah keluarga yang berbeda membuat mereka saling melengkapi. Shi-Kyung membuat Bom dapat membaur dengan lingkungan dan Bom membuat Shi-Kyung lebih berguna dengan menjadi penolong banyak orang meski di sekolah sangat bodoh.

3. Family comes first

Meski tidak pintar dalam soal belajar, yang membuat Lee Shi-Kyung istimewa adalah hatinya yang baik dan selalu membantu orang lain, terlebih keluarganya sendiri. Bahkan ketika Shi-Young mendapat pelanggan yang tak menyenangkan di tempat kerjanya, Shi-Kyung rela lari dari kencannya dengan Bom untuk menemui adiknya yang menangis itu, padahal sebenarnya mereka sering bertengkar.

Menjadi laki-laki satu-satunya di rumah juga membuat Shi-Kyung menjadi sosok yang bisa diandalkan dalam keluarga. Ia sempat berpura-pura menjadi ayahnya yang hilang demi menyembuhkan ingatan sang nenek yang terkena demensia.

Shi-kyung berpura-pura menjadi ayahnya yang hilang saat memori sang nenek hilang sebagian karena demensia. (dok. KBS)
Shi-kyung berpura-pura menjadi ayahnya yang hilang saat memori sang nenek hilang sebagian karena demensia. (dok. KBS)

4. Menolong orang lain itu baik, tapi jangan lupakan orang terdekat

Lee Shi-Kyung dan teman-teman sekelasnya memang diwajibkan untuk menjadi sukarelawan di rumah sakit di desa tersebut. Hampir setiap hari ia bertemu dengan banyak orang-orang sekarat yang memiliki masalahnya masing-masing. Dengan bantuan teman-temannya, ia selalu menolong dan memiliki ide dalam menyelesaikan masalah-masalah para pasien tersebut sebelum akhirnya mereka meninggal dunia.

Saat ia terlalu sibuk membantu membahagiakan orang lain di masa-masa terakhir dalam hidupnya, ia tak menyadari bahwa Bom, kekasihnya sendiri juga mengalami masalah dalam kesehatannya. 

Shi-Kyung tidak menyadari bahwa Bom juga mengalami sakit kanker otak (dok. Quickdrama)
Shi-Kyung tidak menyadari bahwa Bom juga mengalami sakit kanker otak (dok. Quickdrama)

 

[SPOILER ALERT]

 

5. Kematian memang akhir dunia, tapi bukan akhir sebuah hubungan

Di saat terakhirnya, Bom mengajukan diri untuk menjadi bintang utama dalam sebuah pagelaran sekolah yang bernam pemakaman palsu. Untuk pihak sekolah itu hanyalah sebuah tugas yang bertujuan agar siswa bisa menjadi tim penyelenggara pemakaman jika ada yang meninggal dunia. Tapi bagi Bom itu sangat berarti karena ia benar-benar ingin merasakan kehangatan orang-orang terdekat jika ia meninggal nanti.

Di akhir acara ia memberi pidato singkat dan menatap Shi-Kyung sambil berkata, "Kematian memang akhir dunia, tapi bukan akhir sebuah hubungan."

Dan benar saja, ketika Bom sudah meninggal Shi-Kyung yang sempat depresi bisa kembali bangkit dan menolong orang dengan ceria. Itu karena ia sering 'didatangi' dan melakukan telepati dengan Bom saat ia mencari solusi dari masalahnya. 

Shi-Kyung masih berkomunikasi dengan Bom meski Bom sudah meninggal (dok. Istimewa)
Shi-Kyung masih berkomunikasi dengan Bom meski Bom sudah meninggal (dok. Istimewa)

Itu tadi 5 pelajaran yang bisa kamu ambil dari drama Korea Andante yang diperankan Kai EXO, semoga bisa membuat kita jadi pribadi yang lebih baik ya, Teens.

 

Komentar
Signin/Signup

Selamat Datang di teen.co.id

Jika tidak dapat login/signup akun, silahkan kontak kami
Twitter: @teencoid, Facebook: TeenIndonesia, Email: teen@teen.co.id

Term & Condition