6 Kebohongan Dwi Hartanto yang Bikin Geleng-geleng Nggak Percaya!

6 Kebohongan Dwi Hartanto yang Bikin Geleng-geleng Nggak Percaya!

trias ismi
Tuesday, 10 October 2017, 13:00:10 334 0 0
Berikut 6 kebohongan Dwi Hartanto (dok. Facebook Dwi Hartanto)
Berikut 6 kebohongan Dwi Hartanto (dok. Facebook Dwi Hartanto)

Sejak akhir tahun lalu nama Dwi Hartanto menjadi sorotan karena ia mengaku memiliki banyak prestasi internasional. Tapi tenyata itu semua hanyalah kebohongan belaka.

Klaim prestasi dari Dwi Hartanto yang sangat banyak membuatnya dijuluki sebagai "Penerus Habibie". Mulai dari menjadi perancang satelit, memiliki gelar akademik Aerospace Engineering hingga menjadi asisten profesor, ternyata itu semua hanya kebohongan dari Dwi Hartanto saja nih Teens. 

Kebohongannya pun mulai terkuak setelah banyak mahasiswa TU Delft yang melakuakn investigasi dan mengumpulkan bukti kebohongan yang dilakukan oleh Dwi Hartanto. Kepergok memiliki banyak kebohongan akhirnya membuat Dwi Hartanto membuat sebuah klarfikasi mengenai semua kebohongannya dan ia publikasikan ke ppidelft.net.

Berikut ini 6 kebohongan yang telah dilakukan oleh Dwi Hartanto:

1. Dwi Hartanto sebenarnya bukan lulusan Tokyo Institute of Technology dan juga bukan seorang Assistant Profesor

Sebelumnya beredar jika Dwi Hartanto adalah lulusan dari Tokyo Institute of Technology padahal sebenarnya adalah ia lulusan dari Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta.

Kemudian ia meneruskan studi S2 di TU Delft tepatnya di Faculty of Engineering, Mathematics and Computer Science. Saat ini pun ia sedang menjalankan S3 di grup riset Interactive Intelligence, Dept. of Intelligent Systems di TU Delft. Ia pun mengakui saat ini sedang menjadi seorang mahasiswa doktoral dan bukanlah Post-doctoral maupun Assistant Professor seperti yang dulu ia klaim.  

2. Dwi Hartanto bukanlah perancang Satellite Launch Vehicle

Dalam pemberitaan berita online pernah ditulis jika Dwi Hartanto adalah perancang Satellite Launch Vehicle. Padahal ternyata ia sebenarnya hanyalah anggota dari sebuah tim beranggotakan mahasiswa yang merancang salah satu subsistem embedded flight computer untuk roket Cansat V7s.

Proyek itu sendiri disebut sebagai proyek roket amatir mahasiswa dan bukanlah seperti yang telah ia klaim yang menjadi bagian dari Proyek Kementrian Pertahanan Belanda dan Pusat Kedirgantaraan dan Antariksa Belanda (NLR).

3. Dwi Hartanto juga bukanlah satu-satunya orang yang non-Eropa yang masuk di ring 1 teknologi ESA (European Space Agency)

Saat Dwi Hartanto mengaku memiliki banyak prestasi, salah satu acara populer Mata Najwa sempat mewawancarainya. Bahkan, Najwa Shihab hingga jauh datang ke Belanda untuk mencari tahu lebih dalam tentang sosok Dwi Hartanto.

Rupanya dalam wawancara itu ia juga pernah melakukan kebohongan yaitu saat ia bilang menjadi satu-satunya orang non-Eropa yang bisa masuk ring 1 teknologi ESA (European Space Agency). Selain itu proyek yang diekspos dalam Mata Najwa itu bukanlah proyek ISS (International Space Station) melainkan proyek roket mahasiswa Stratos dari ektrakurikuler mahasiswa DARE TU Delft.

Salah satu bentuk kebohongan Dwi Hartanto sampai memanipulasi templat cek hadiah (dok. lancer cell)
Salah satu bentuk kebohongan Dwi Hartanto sampai memanipulasi templat cek hadiah (dok. lancer cell)

4. Dwi Hartanto juga tidak pernah menang dalam Kompetisi Antar-Space Agency Luar Angkasa

Sebelumnya Dwi Hartanto juga banyak meraih pujian setelah ia mengaku menjadi pemenang dalam lomba riset teknologi antar-space agency dunia di Jerman pada tahun ini. Rupanya hal itu hanyalah kebohongan semata.

Fotonya saat menerima hadiah ternyata hanyalah editan karena dalam klarifikasinya Dwi hartanto mengaku jika ia memanipulasi template cek hadiah. Cek hadiah itu pun ia beri namanya serta jumlah uang sebesar EUR 15.000. Foto itu pun ia publikasikan dalam media sosialnya dan akhirnya dipercayai banyak orang.

5. Dwi Hartanto juga berbohong saat ia mengatakan jika B.J. Habibie memintanya bertemu

Dwi Hartanto juga pernah bertemu dengan B.J. Habibie dan ia pun mengatakan jika mantan presiden Indonesia itulah yang memintanya untuk bertemu. Padahal sebenarnya ialah yang meminta pihak KBRI Den Haag untuk dipertemukan dengan B.J. Habibie.

Selain itu, ia juga mengaku bahwa pemerintah Belanda juga tidak pernah menawarkannya untuk mengganti kewarganegaraan. Nggak hanya itu saja Dwi Hartanto juga mengaku telah berbohong mengenai usianya. Pada tahun 2016 lalu ia mengaku berusia 28 tahun padahal sebenarnya ia adalah kelahiran tahun 1982 yang seharusnya pada tahun 2016 ia berusia 34 tahun.

6. Kebohongan-kebohongan Dwi Hartanto lain yang pernah disebutkannya di media sosialnya

Lewat media sosialnya Dwi Hartanto juga pernah menyebarkan informasi yang tidak benar seperti ia pernah mengerjakan proyek satelit pesanan Airbus (AirSat-ABX). Selain itu ia juga mengaku bahwa pernah diwawancarai TV Nasional Belanda, NOS mengenai spacecraft technology. Selain itu, ia juga bukanlah Direktur Teknik ESA/ESTEC seperti yang tertera dalam ID card yang pernah ia posting di media sosialnya.

Saat ini Dwi Hartanto mengaku telah menonaktifkan akun Facebooknya sejak tanggal 10 September 2017 lalu. Saat ini pihak TU Delft pun sedang dalam proses melakukan serangkaian sidang kode etik untuk Dwi Hartanto, tapi sampai saat ini masih belum memutuskan hasilnya.

Setelah namanya tenar dan menjadi viral karena memiliki banyak prestasi, akhirnya kini Dwi Hartanto kembali menjadi sorotan setelah ia mengklarifikasi segala kebohongannya, tanggapan kalian seperti apa nih Teens?

Komentar
Signin/Signup

Selamat Datang di teen.co.id

Jika tidak dapat login/signup akun, silahkan kontak kami
Twitter: @teencoid, Facebook: TeenIndonesia, Email: teen@teen.co.id

Term & Condition