Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela, Plot Sederhana dengan Begitu Banyak Makna

Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela, Plot Sederhana dengan Begitu Banyak Makna

Clarissa Pangestu
Thursday, 14 September 2017, 18:06:44 364 0 0
Buku Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela (dok. bookbed)
Buku Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela (dok. bookbed)

Dirilis pada tahun 2008 lalu, buku berjudul Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela merupakan karya penulis Tetsuko Kuroyanagi yang berhasil membuat para pembacanya menemukan hal-hal baru dari sudut pandang seorang anak perempuan yang merupakan kisah asli dari Tetsuko Kuroyanagi semasa kecilnya.

Kalau kamu akrab dengan buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, maka Totto-Chan ini pun nyaris seperti Laskar Pelangi versi Jepang. Buku ini membawa kamu melihat segala hal dari sudut pandang seorang anak SD, dimana cerita dimulai saat Totto-chan (nama Tetsuko semasa kecil) dikeluarkan dari SD-nya karena ulahnya memanggil pemusik jalanan saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Beruntung, Totto-chan memiliki seorang ibu yang sangat bijak dan memindahkannya ke SD lain tanpa memberitahu alasan mengapa ia harus pindah sekolah.

Kisah menarik pun dimulai saat Totto-chan bertemu metode pengajaran unik dari sekolah barunya. SD barunya yang bernama Tomoe itu berbeda dari SD-SD lainnya. Kelas-kelasnya dilakukan dalam gerbong-gerbong kereta api yang sudah diubah menjadi kelas. Aturan sekolah Tomoe ini pun unik, dimana setiap anak dapat memilih sendiri susunan pelajaran yang mereka mau pada hari itu. 

Dari sinilah Totto-chan menemukan begitu banyak kesenangan di sekolah Tomoe. Dimulai dari kepala sekolahnya, Mr. Sosaku Kobayasi yang ternyata jago bermusik dan selalu bersedia mendengarkan cerita gadis kecil ini bahkan sampai 4 jam lamanya. Mr. Kobayashi juga menerapkan sebuah metode pengajaran yang memancing bakat alamiah dari para siswanya dan membiarkan anak-anak muridnya tumbuh tanpa tekanan dan tuntutan dari orang dewasa. Mr. Kobayashi merupakan orang dnegan sebuah sudut pandang yang berbeda dan berhasil membuat setiap muridnya tumbuh menjadi pribadi-pribadi dengan pikiran terbuka melalui tindakan-tindakannya.

Halaman buku Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela dilengkapi ilustrasi (dok. devika rajeev)
Halaman buku Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela dilengkapi ilustrasi (dok. devika rajeev)

Namun, keadaan menjadi sulit saat perang dunia berlangsung dan bom-bom mulai berjatuhan di Jepang. Pada suatu hari di tahun 1945, sekolah Tomoe terbakar. Bom-bom yang dijatuhkan pesawat B29 menimpa gerbong-gerbong kereta api yang dijadikan kelas oleh sekolah Tomoe. Menghadapi hal tersebut, Mr. Kobayashi tetap tenang dan hanya berkata, "Sekolah seperti apa yang akan kita bangun lagi?" pada kedua putra di sampingnya.

Dari tulisannya ini, kita akan disuguhkan bagaimana seorang Totto-chan menunjukkan kekagumannya dan rasa hormatnya terhadap Mr. Kobayashi. Bagaimana ia sangat berterima kasih telah diberi kesempatan untuk melalui salah satu fase hidupnya menjadi murid dari Mr. Kobayashi. Buku Totto-chan ini juga sangat cocok untuk kalian yang ingin berkecimpung di bidang pendidikan lho Teens.

Nah, untuk kamu yang tertarik membaca buku Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela, kamu tidak perlu bingung karena sampai sekarang buku ini masih beredar di beberapa toko buku, kok! 

Komentar
Signin/Signup

Selamat Datang di teen.co.id

Jika tidak dapat login/signup akun, silahkan kontak kami
Twitter: @teencoid, Facebook: TeenIndonesia, Email: teen@teen.co.id

Term & Condition