Ini 3 Gejala Gangguan FOMO atau Fear of Missing Out! Kamu Termasuk Salah Satunya?

Ini 3 Gejala Gangguan FOMO atau Fear of Missing Out! Kamu Termasuk Salah Satunya?

Ema Aprilisa
Wednesday, 13 September 2017, 19:30:56 364 0 0
Apakah kamu mengalami FOMO atau Fear of Missing Out? Yuk lihat gejalanya... (dok. YouTube The School of Life)
Apakah kamu mengalami FOMO atau Fear of Missing Out? Yuk lihat gejalanya... (dok. YouTube The School of Life)

Pernah merasa kurang update gara-gara tidak online sehari, Teens? Atau sering bingung ingin mengunggah posting apa lagi di media sosial kita?

Hal-hal semacam itu seolah tampak wajar kita rasakan karena budaya bermedia sosial atau kebiasaan menggunakan internet yang sudah terlanjur melekat. Padahal jika perasaan ketinggalan berita atau tren terkini semakin sering kita rasakan, bisa jadi kita mulai terkena gejala FOMO atau Fear of Missing Out.

Istilah FOMO pertama kali dikemukakan oleh seorang ilmuwan asal Inggris bernama dr. Andrew K. Przybylski. Gangguan kejiwaan yang mendorong keinginan seseorang untuk mengikuti tren terkini secara berlebihan ini, muncul seiring dengan tumbuhnya budaya online, terutama akibat gencarnya penggunaan mendia sosial.

Para remaja yang diklaim sebagai pengguna media sosial terbanyak, dianggap sangat rentan mengalami FoMO.

Apa kamu termasuk salah satunya? Yuk, kenali tanda-tandanya.

Tidak Bisa Lepas dari Ponsel

Ada banyak hal yang membuat kita merasa khawatir berlebihan saat tidak memengang ponsel, seolah kita jadi ketinggalan banyak informasi atau berita terkini. Kita selalu butuh online, sering mengecek semua media sosial, hanya untuk mengtahui apa yang dilakukan orang-orang di sekitar kita lewat media sosialnya.

Parahnya lagi kita sampai tidak dapat mengatur waktu yang tepat untuk bermain gadget hanya karena perasaan takut kehilangan informasi.

Susah lepas dari handphone dan media sosial kamu? Bisa jadi kamu kena gejala FOMO (dok. Huffington)
Susah lepas dari handphone dan media sosial kamu? Bisa jadi kamu kena gejala FOMO (dok. Huffington)

Terobesesi dengan Postingan Orang Lain

Rasa keingintahuan generasi milenial memang terfasilitasi lewat media online. Sayangnya tingkat kekepoan kita yang tinggi terhadap orang lain mendorong kita melakukan stalking media sosial mantan, teman, ataupun idola sehingga membuat kita terobsesi terhadap postingan mereka.

Tak jarang juga, kita memanfaatkan media sosial untuk bersaing akibat perasaan iri atau cemburu terhadap orang lain.

Sebuah survei yang dipublikasikan dalam majalah Forbes menyebutkan bahwa sumber FOMO yang dialami seseorang dipicu karena ketidakpuasan terhadap hidupnya. Penderita FOMO bahkan sering berpikir apakah orang lain lebih bahagia dari dirinya.

Lebih Peduli Kehidupan di Media Sosial

Ilusi media sosial yang sebenarnya lebih sering menampakkan sisi kehidupan terbaik seseorang, mendorong banyak orang untuk lebih peduli terhadap pencitraan dirinya di media sosialnya.

Akibatnya, banyak yang mulai tidak peduli dengan kehidupan dan hubungan dengan orang lain di dunia nyata. Bahkan saat berkumpul dengan orang lingkungan sebenarnya, kita justru lebih tertarik memantau perkembangan berita di media sosial kita.

Selain itu, ada dorongan untuk membuat kita tampak eksis. Seolah ada perasaan takut dianggap hilang jika kita tidak memposting sesuatu di media sosial. Parahnya lagi jika sampai ada perasaan bahwa apa yang kita kerjakan, perlu diketahui oleh orang lain. Jika sudah begini, kita patut waspada nih, Teens!

Komentar
Signin/Signup

Selamat Datang di teen.co.id

Jika tidak dapat login/signup akun, silahkan kontak kami
Twitter: @teencoid, Facebook: TeenIndonesia, Email: teen@teen.co.id

Term & Condition