Awas! Jangan Mengisi Ulang Botol Minuman Kemasan Karena Alasan Ini...

Awas! Jangan Mengisi Ulang Botol Minuman Kemasan Karena Alasan Ini...

Ema Aprilisa
Thursday, 15 February 2018, 19:00:58 1746 0
Apakah kamu sering mengisi ulang botol plastikmu? (dok. freepik)
Apakah kamu sering mengisi ulang botol plastikmu? (dok. freepik)

Kalau membeli minuman yang dikemas dalam botol, kamu langsung membuang kemasannya atau malah memakainya lagi alias diisi ulang?

Banyak dari kita yang punya kebiasaan mengisi ulang botol plastik. Alasannya karena tak ada botol lain untuk membawa minuman atau malah karena sayang membuang botol plastik yang masih bagus. Padahal, kebanyakan botol kemasan minuman tersebut hanya direkomendasikan untuk sekali pakai.

Jika digunakan lagi, apalagi untuk menyimpan air hangat atau panas, akan menyebabkan lapisan polimer di botol tersebut meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik, sebagai pemicu kanker. Selain itu, zat-zat yang terkandung di botol plastik tersebut juga bisa menyebabkan iritasi kulit, gangguan hormon, dan infeksi saluran pernapasan.

Apakah kamu sering membeli minuman dalam kemasan botol plastik? (dok. Water Stories by Nestle Waters)
Apakah kamu sering membeli minuman dalam kemasan botol plastik? (dok. Water Stories by Nestle Waters)

Selain itu, menggunakan botol plastik mineral selama seminggu tanpa mencucinya sama joroknya dengan menjilat dudukan toilet. Akibat terlalu banyaknya kuman yang akan berkembang di botol plastik tersebut. Desain leher sempit pada botol, memang membuatnya sulit dibersihkan.

Untuk mengetahui kemasan plastik yang boleh dan tidak boleh digunakan kembali, kita bisa mengecek tanda atau kode angka yang biasanya tercantum di bagian dasar botol. Kode angka tersebut berada di dalam logo daur ulang berbentuk segitiga.

Ada banyak jenis kemasan botol plastik yang kerap digunakan ulang (dok. Hunker)
Ada banyak jenis kemasan botol plastik yang kerap digunakan ulang (dok. Hunker)

Pada mulainya, kode-kode itu dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat. Lambat laun, sistem identifikasi tersebut diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standarization), agar memudahkan konsumen mengenali peruntukkan wadah yang terbuat dari plastik.

Komentar
Signin/Signup

Selamat Datang di teen.co.id

Jika tidak dapat login/signup akun, silahkan kontak kami
Twitter: @teencoid, Facebook: TeenIndonesia, Email: teen@teen.co.id

Term & Condition