Waspada Kena Factitious Disorder Jika Kamu Sering Memposting Keluhan Lewat Media Sosial

Waspada Kena Factitious Disorder Jika Kamu Sering Memposting Keluhan Lewat Media Sosial

Ema Aprilisa
Thursday, 14 September 2017, 09:32:13 242 0 0
Sering ngeluh di media sosial? Jangan -jangan... (dok. unsplash)
Sering ngeluh di media sosial? Jangan -jangan... (dok. unsplash)

Pernah dengar soal factitious disorder nggak Teens? 

Sebagai generasi milenial, kita tidak bisa lepas dari penggunaan berbagai platform media sosial. Lewat media sosial kita bisa memposting apa saja mulai kata-kata motivasi, berbagi berita bahagia, temasuk melontarkan keluhan. Sesekali mengeluh di media sosial memang boleh saja karena bisa membuat kita sedikit lega. Tapi jika terlalu sering mengeluh, kalian patut waspada, sebab gangguan mental yang disebut factitious disorder, bisa terjadi pada siapa saja.

Cara untuk mendapatkan perhatian

Factitious disorder atau gangguan buatan sebenarnya merupakan gangguan kejiwaan yang sering dialami pasien di rumah sakit yang sering berpura-pura sakit atau melebih-lebihkan kondisinya untuk mendapatkan perhatian medis. Namun, seiring dengan perkembangan kehidupan sosial, gangguan psikis semacam ini juga kerap dijumpai lewat media sosial.

Mereka yang mengalaminya akan sering mengeluh sakit padahal sebenarnya baik-baik saja, kemudian mengunggahnya lewat media sosial. Penderita factitious disorder tidak ragu berbohong tentang kondisinya hanya untuk mendapatkan simpati dan perlakukan baik dari keluarga, teman-teman, termasuk lawan jenis untuk berbagai tujuan.

Menurut laman kesehatan Mayoclinic.org, factitious disorder masuk ke dalam gangguan mental serius. Pura-pura sakit ini bisa dalam taraf ringan, berat, bahkan hingga cenderung melukai diri sendiri hanya untuk meyakinkan orang lain bahwa dirinya sakit dan butuh perawatan.

 

Penderitanya tidak bisa menghadapi masalah kehidupan nyata

Alasan seseorang sampai sengaja berpura-pura sakit untuk mendapatkan perhatian lewat media sosial bisa terjadi karena mereka tidak mampu mengadapi masalah di kehiduan nyata. Seseorang mengalami factitious disorder juga bisa terjadi akibat pengalaman masa lalu seperti trauma masa kecil karena kekerasan dan penelantaran orang di sekitarnya seperti orang tua, atau bisa juga karena pernah menjadi korban bullying.

Parahnya jika tidak segera diatasi, penderita factitious disorder akan semakin menarik diri dari kehidupan nyata atau mengurung diri, sebab mereka merasa lebih nyaman dengan eksistensinya di lingkungan virtual.

Nah, coba renungkan deh Teens, kira-kira keluhan kalian di media sosial masih wajar atau sudah termasuk kena gangguan factitious disorder? 

Komentar
Signin/Signup

Selamat Datang di teen.co.id

Jika tidak dapat login/signup akun, silahkan kontak kami
Twitter: @teencoid, Facebook: TeenIndonesia, Email: teen@teen.co.id

Term & Condition