Remaja Penyuka Seni Berkembang Secara Lebih Positif Sampai Dewasa?

Remaja Penyuka Seni Berkembang Secara Lebih Positif Sampai Dewasa?

alif hudanto
Tuesday, 07 March 2017, 14:21:40 1356 0

Sebuah penelitian berjudul Arts Education and Positive Youth Development: Cognitive, Behavioral, and Social Outcomes of Adolescents who Study the Arts menunjukkan seberapa berpengaruh seni pada kognisi, perilaku, dan kehidupan sosial remaja. Peneltian tersebut dilakukan oleh seorang asisten profesor Pendidikan Musik di University of Maryland, Amerika Serikat.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa seni memberikan pengaruh positif pada perkembangan remaja dibandingkan teman-temannya yang tidak mengikuti kegiatan seni. Meskipun hasil tersebut beragam tergantung jenis seni yang dipelajari. Tapi secara umum, remaja yang mempelajari seni mengalami perkembangan positif yang terbawa hingga dewasa. Bahkan seni ditemukan dapat meningkatkan optimisme remaja untuk menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi seperti ke perguruan tinggi.

Mengingat efek positif dan pentingnya seni bagi anak dan remaja, sebuah program beranama Charcoal for Children dibentuk untuk memberdayakan anak-anak melalui seni dan kreativitas. Program gratis ini juga  sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan melalui pembuatan dan penggunaan arang DIY sebagai alat kreatif. Program ini diinisiasi oleh CushCush Gallery of Denpasar.

Dilansir dari The Jakata Post, pendiri CushCush, Suriawati Qiu melihat betapa pentingnya pendidikan kreatif adalah untuk generasi mendatang. Ia juga prihatin dengan kurangnya penekanan pada seni dan kreativitas dalam sistem pendidikan lokal.

Suriawati bersama co-founder CushCush, Jindee Chua ingin menerapkan pembelajaran seni non-evaluatif. Menurut keduanya, Paparan awal dan konsisten untuk seni dan kreativitas meningkatkan berpikir kritis dan pemecahan masalah kreatif keterampilan pada anak-anak, serta memperkuat kepercayaan diri mereka.

Dalam program tersebut, enam seniman yang diundang, dengan bantuan 35 relawan dari komunitas kreatif lokal, bekerja sama dengan 103 anak-anak dari berbagai latar belakang untuk menciptakan karya seni kolaboratif yang dipamerkan. Acara ini diresmikan oleh Konsul Jenderal Australia, Dr. Helena Studdert.

Nah kalau kalian sukanya bentuk kesenian seperti apa Teens?

loading...
Komentar
Signin/Signup

Selamat Datang di teen.co.id

Jika tidak dapat login/signup akun, silahkan kontak kami
Twitter: @teencoid, Facebook: TeenIndonesia, Email: teen@teen.co.id

Term & Condition