Hati-Hati, Terlalu Sering Makan Mie Instan dengan Nasi Dapat Munculkan 4 Dampak Negatif Ini!

Hati-Hati, Terlalu Sering Makan Mie Instan dengan Nasi Dapat Munculkan 4 Dampak Negatif Ini!

tiara susma
Wednesday, 24 April 2019, 19:00:30 6302 0
Mi dan nasi ternyata nggak boleh dimakan barengan! (dok. istimewa)
Mi dan nasi ternyata nggak boleh dimakan barengan! (dok. istimewa)

Mie instan tentu jadi salah satu makanan favorit banyak orang karena rasanya yang lezat dan cara membuatnya yang praktis.

Kebanyakan orang Indonesia punya kebiasaan memakan mie instan dengan nasi. Padahal kebiasaan itu merupakan kebiasaan buruk yang seharusnya dihindari mulai sekarang.

Pasalnya, makan mie instan dengan nasi sendiri ternyata memberikan berbagai dampak negatif untuk kesehatan kita lho. Berikut 4 diantaranya!

Hindari konsumsi mie instan setiap hari (dok. Lifehack)
Hindari konsumsi mie instan setiap hari (dok. Lifehack)

Resiko Obesitas

Salah satu dampak buruk terlalu sering mengonsumsi mie instan dengan nasi adalah dapat meningkatkan resiko obesitas. Hal itu dikarenakan kurangnya kandungan protein dan vitamin dalam makanan tersebut, sehingga karbohidrat dalam tubuh akan mudah berubah menjadi lemak.

Resiko Tekanan Darah Tinggi

Selain resiko obesitas, makan mie instan dengan nasi terlalu sering juga dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi. Hal itu disebabkan karena adanya zat sodium yang juga bisa meningkatkan resiko penyakit jantung.

Merusak Organ Hati

Ada baiknya untuk mengurangi konsumsi mie instan dengan nasi mulai sekarang. Pasalnya, karbohidrat yang terdapat dalam makanan tersebut bisa dipecah menjadi zat lain karena kurangnya nutrisi dalam tubuh. Zat itu kemudian akan ditransfer ke organ hati untuk membantu sistem pencernaan. Namun, sayangnya tidak semua zat yang masuk ke organ hati bersifat baik untuk tubuh.

Resiko Kanker

Mengonsumsi mie instan dengan nasi terlalu sering juga disebut meningkatkan resiko kanker. Hal itu bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola makan yang tidak teratur.

Last Editor : Khairiyah Sartika
loading...
Komentar