Hati-hati Kebiasaan Ini Bisa Memicu Timbulnya Jerawat!

Hati-hati Kebiasaan Ini Bisa Memicu Timbulnya Jerawat!

myRED-A -
Wednesday, 23 January 2019, 11:30:36 1987 0
Apakah kamu memiliki wajah berjerawat? Bisa jadi karena kebiasaan ini Teens (dok. depositphotos)
Apakah kamu memiliki wajah berjerawat? Bisa jadi karena kebiasaan ini Teens (dok. depositphotos)

Jerawat merupakan masalah kulit yang sering muncul di usia remaja. Kalau sudah muncul, pasti jerawat bikin gemas ya, karena tentu mengganggu penampilan.

Penyebab jerawat pun bermacam-macam. Ada yang memang disebabkan oleh hormon, tapi ada juga yang muncul akibat kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering kita lakukan.
 
Berikut beberapa kebiasaan yang bisa memicu timbulnya jerawat.
 
Mencuci Wajah Terlalu Sering
 
Mencuci wajah memang harus dilakukan untuk menjaga kulit agar selalu bersih. Tapi kalau dilakukan terlalu sering, mencuci wajah justru bisa memicu timbulnya jerawat, lho.
 
Dikutip dari WebMD, menurut ahli dermatologi asal New York, Whitney Bowe, terlalu sering mencuci wajah dapat memangkas minyak alami yang diproduksi kulit sehingga kulit menjadi kering dan sensitif. Kondisi ini memicu produksi minyak secara berlebihan yang rentan menimbulkan jerawat. 
Mencuci wajah terlalu sering dapat menjadi pemicu jerawat Teens (dok. freepik)
Mencuci wajah terlalu sering dapat menjadi pemicu jerawat Teens (dok. freepik)
 
Jarang Mengganti Sprei dan Sarung Bantal
 
Meski kasur adalah tempat favorit untuk bermalas-malasan, jangan lupa kalau kasur juga bisa jadi tempat berkumpulnya debu dan bakteri. Bakteri yang mengendap di sprei dan sarung bantal otomatis membuat kasur tidak higienis.
 
Padahal kita selalu menempelkan wajah selama berjam-jam saat tidur. Coba lebih rajin mengganti sprei dan sarung bantal setidaknya seminggu atau dua minggu sekali.
 
Kebiasaan Malas Keramas
 
Jarang mencuci rambut atau keramas membuat minyak dan kotoran menempel pada rambut. Bila rambut menyentuh wajah, maka seluruh kotoran yang ada di rambut akan berpindah ke wajah dan menimbulkan jerawat. Apalagi buat kamu yang memiliki poni, bagian dahi tentu jadi tempat favorit jerawat untuk bersarang.
 
Solusinya, kamu bisa keramas lebih rutin sesuai dengan kondisi kulit kepalamu. Sebaiknya juga hindari pemakaian poni agar kotoran dan keringat tidak menumpuk di dahi.
Jangan malam keramas ya Teens (dok, freepik)
Jangan malam keramas ya Teens (dok, freepik)
 
Sering Menyentuh Wajah dengan Tangan
 
Kebiasaan menggaruk wajah, menyentuh pipi, atau sekadar menopang dagu tanpa kita sadar bisa menyebabkan timbulnya jerawat. Kotoran dan bakteri yang menempel di tangan secara mudah berpindah ke area wajah.
 
Yuk, mulai sekarang coba kurangi kebiasaan menyentuh wajah. Kalau memang harus menyentuh wajah, jangan lupa cuci tangan terlebih dulu menggunakan sabun atau pakai hand sanitizer untuk memastikan tangan kamu dalam keadaan bersih.
 
Tidak Mengganti Handuk
 
Kalau kamu menggunakan satu handuk untuk mengeringkan badan dan wajah sekaligus, bisa jadi itu yang menyebabkan kamu berjerawat. Handuk mandi bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Sebaiknya bedakan handuk untuk mandi dan untuk mengeringkan wajah. Jangan lupa untuk mengganti handuk secara berkala, paling tidak seminggu sekali.
 
Mengurangi kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa membantu mengurangi jerawat di wajahmu. Tapi kalau jerawat terlanjur muncul, jangan langsung stres dan buru-buru memencetnya, ya!
Rajinlah mengganti handuk ya Teens (dok. unsplash)
Rajinlah mengganti handuk ya Teens (dok. unsplash)
 
Oleskan Red-A Acne Cream area yang berjerawat. Formula Tea Tree Oil dan vitamin B3 yang terkandung di dalamnya mampu membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Kandungan Red Algae-nya juga membantu merawat area kulit yang berjerawat supaya tetap lembap.
 
Lengkapi acne care kamu dengan Red-A Facial Foam for Acne Skin yang mengandung Triclosan untuk mencegah timbulnya jerawat dan peradangan akibat jerawat. Red-A Facial Foam for Acne Skin juga diperkaya kandungan Red Algae untuk menjaga kelembapan kulit dan Oil Absorber untuk mengurangi minyak berlebih.
 
Penulis: Mentari Chairunisa

Last Editor : Khairiyah Sartika
loading...
Komentar