Tentang Angin Bulan September

Tentang Angin Bulan September

Nita Febrianti
Thursday, 08 November 2018, 20:00:32 890 0
Tentang Angin Bulan September (dok. unsplash)
Tentang Angin Bulan September (dok. unsplash)

Kali ini langit kota pun tahu tentang rahasiaku. Apa kamu juga ingin tahu?

Nanti akan kuberitahu, pulanglah ke kota ini. Aku menunggumu, tuan.

Aroma tubuhmu tertinggal di kota ini. Kala itu senyum berubah menjadi kaku dan suasana menjadi sendu. Sore hari ditemani angin bulan September. Aku masih ingat kata terakhir yang terucap dari bibirmu setahun lalu.

"Ini pilihan sulit,aku nggak mau kamu menunggu lama. Tapi kamu juga harus mengejar impianmu dan jangan terpaku padaku. Banyak hal yang ingin kamu wujudkan bukan? Ini saatnya. Aku juga ingin mengejar cita-citaku. Kalau Tuhan mau, kita pasti akan dipertemukan lagi. Maaf kita sampai disini, jaga dirimu baik-baik," ucap lelaki itu sambil memelukku.

Air mataku mengalir membasahi pipi juga baju lelaki itu. Perlahan kucoba melepaskan pelukan. Kulihat dia meneteskan air mata. Baru dua kali kulihat lelaki itu menangis pertama saat ibunya meninggal dunia dan kedua hari ini.

"Boleh aku peluk kamu lagi?"

Aku hanya mengangguk sambil mengusap pipi.

"Maaf," bisik lelaki itu.

Kejadian itu masih tersimpan jelas di memoriku. Aku tau kamu tak akan pulang dan ku titipkan segala rahasia pada angin bulan September, bahwa aku masih mencintaimu.

Last Editor : Khairiyah Sartika
loading...
Komentar
Signin/Signup

Selamat Datang di teen.co.id

Jika tidak dapat login/signup akun, silahkan kontak kami
Twitter: @teencoid, Facebook: TeenIndonesia, Email: teen@teen.co.id

Term & Condition