Faozan Rizal : Bikin Pak Habibie Menangis

  • PDF

faozan-rizalBelum genap sebulan rilis, film Habibie & Ainun udah ditonton lebih dari 3,5 juta orang. Torehan sukses ini gak lepas dari kejeniusan sang sutradara, Faozan Rizal (39). Jebolan Sinematografi Institut Kesenian Jakarta dan L` Atelier du Cinematographie au FEMIS, Prancis ini berhasil membuat Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari jadi sosok real Pak Habibie dan Ibu Ainun.

Pria kelahiran Tegal yang sekarang tinggal di Jerman ini bakal ngasih banyak bocoran loh seputar keseruan syuting film Habibie dan Ainun. Mulai dari debutnya sebagai sutradara film komersial, bagaimana Pak Habibie tiba-tiba menangis di tengah suasana syuting, kisah Reza dan BCL yang nyaris gagal memerankan tokoh Habibie dan Ainun, sampai cerita 27 kali gonta-ganti skenario film ini. Tongkrongin deh. 

• “Menyutradarai Habibie & Ainun adalah ‘kecelakaan’. Selama ini saya jadi Director of Photography dari 20 lebih film Hanung Bramantyo. Sekitar April 2012, saya dan Hanung sedang ke Surabaya untuk syuting film Tendangan dari Langit. Tiba-tiba Hanung bilang film Habibie & Ainun harus syuting di tahun 2012, sementara agenda syuting film dia udah full, mulai Perahu Kertas 1 & Perahu Kertas 2, Tendangan dari Langit, Cinta Tapi Beda dan Gending Sriwijaya. Hanung nyeletuk, ‘film ini bisa jalan, tapi kamu yang jadi sutradaranya.’”
• “Kenapa Hanung menunjuk saya? Soalnya kami telah sama-sama meriset selama 1,5 tahun untuk film ini. Saya mau jadi sutradara asal Hanung jadi co producer nya. Kata Pak Manoj, gak masalah. Saya langsung terbang ke Berlin untuk menemui Pak Habibie. Kebetulan rumah saya di sana gak jauh dari kediaman beliau. Kami nyambung karena sering berdiskusi dalam Bahasa Jerman.”
• “Saya gak mau menonton film lain untuk bahan referensi karena ingin membuat film ini senatural di cerita novelnya. Saya baca novelnya berkali-kali. 2 kali dalam versi Bahasa Jerman, 1 kali dalam versi Bahasa Inggris dan 5 kali versi Bahasa Indonesia.”
• “Dalam proses syuting, terjadi 27 kali perubahan skenario. Soalnya lebih dari 50% isi novelnya tentang politik. Akhirnya kami sepakat mengambil cinta sebagai benang merah cerita. Ini keindahan cinta sejati Pak Habibie terhadap Ibu Ainun dan juga pada bangsa Indonesia.”
• “Waktu kasting, ada 5 calon untuk tokoh Pak Habibie. Sayang, gesture mereka lebih karikatural. Lalu Zaskia Mecca (casting director) nyodorin Reza 2 minggu sebelum syuting. Reza pernah mau mundur, tapi saya coba Reza untuk 2 hari tinggal di rumah Pak Habibie dan itu berhasil.”
• “BCL datang lebih mepet lagi. Dia datang 4 hari sebelum syuting. Sebenarnya saya udah menemukan tokoh untuk Bu Ainun, namun yang paling mati-matian jadi Bu Ainun itu ya BCL.”
• “Waktu syuting di rumah Pak Habibie, selama 3 hari pertama beliau rutin motret. Beliau suka duduk di dekat bangku sutradara dan tertawa-tawa melihat akting Reza dan BCL. Tapi begitu sampai adegan sedih, beliau menangis.”
• “Hal paling tak terlupakan adalah ketika saya memasak untuk Pak Habibie. Waktu syuting di Jerman, saya belanja bahan makanan Italia. Waktu kami makan pasta, Pak Habibie mencicipi masakan buatan saya. Saya juga bikin makanan Italia, risotto. Gak percuma saya pernah 3 tahun jadi co chef waktu sekolah film di Prancis.”
• “Saya lebih suka disebut sebagai sutradara visual art karena saya dulu sering bikin film-film eksperimental (rilis di Korea, Singapore, Jerman, Prancis, Thailand, Jepang dan lainnya).”
• Katia Engel adalah perempuan warga negara Jerman yang dinikahi Faozan 5 tahun lalu. Katia adalah seorang seniman patung terkenal di Eropa. Mereka melalui masa pacaran selama 3 tahun dan pasangan ini sering berkolaborasi untuk mengadakan pameran seni visual art.
• Faozan menguasai bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Yunani, Italia, Amerika Latin, dan Belanda.
• Penggemar kickboxing ini pernah jadi Director of Photography untuk game balap Grand Turismo di PlayStation. Ia kerjasama dengan Director of Photography dari berbagai negara.

faozan-rizal1

Add comment

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi teen.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

You are here: Teen Magazine Oh Boy Faozan Rizal : Bikin Pak Habibie Menangis