Yuk Jadi Traveler Cerdas, Hormati Aturan di Situs Bersejarah

Yuk Jadi Traveler Cerdas, Hormati Aturan di Situs Bersejarah

Ema Aprilisa
Friday, 14 July 2017, 06:00:27 486 0 0
Yuk Teens, jadi traveler cerdas saat mengunjungi lokasi dan situs bersejarah (dok. unsplash)
Yuk Teens, jadi traveler cerdas saat mengunjungi lokasi dan situs bersejarah (dok. unsplash)

Di mana tanah dipijak, di situ pula langit dijunjung. Peribahasa itu mungkin cocok dengan fenomena traveler lokal yang mengunjungi situs-situ bersejarah di penjuru negeri. Di mana pun tempat yang dikunjungi, kita harus menaati peraturan dan adat yang berlaku di daerah tersebut.

Misalnya terkait dengan hebohnya cerita tentang kemarahan seseorang dengan kondisi salah satu bangunan candi bersejarah yang terletak di Magelang, Jawa Tengah yakni Candi Borobudur.

Ia menyatakan kekecewaannya lewat media sosial Facebook. Seperti disampaikan, kalau kunjungannya ke Candi Borobudur untuk menikmati sunset tak jadi pengalaman yang menyenangkan karena melihat orang-orang yang menduduki bangunan candi.

Walau telah diberi tulisan besar yang bertuliskan "dilarang duduk atau memanjat", malah banyak orang yang sepertinya sengaja melanggar larangan tersebut.

Baru-baru ini kembali terjadi, di tempat yang berbeda. Kali ini di Plengkung Gading yang merupakan gerbang keraton Yogyakarta. Beredar video singkat yang menampilkan orang yang menuruni bagian Plengkung, meskipun ada tangga yang tersedia di tempat tersebut.

Plengkung Gading, gerbang keraton Yogyakarta (dok. Wikimapia)
Plengkung Gading, gerbang keraton Yogyakarta (dok. Wikimapia)

Viralnya video tersebut sampai membuat putri bungsu dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Kanjeng Ratu Bendara berkomentar melalui akun media sosial Instagramnya, @gkrbendara.

"Mau syuting film silahkan tapi jaga sopan santun Anda. Plengkung ini adalah situs bersejarah. Anda boleh masih muda dan bukan asli Jogja, tapi sopan santun terhadap benda bersejarah tetap dipatuhi," ujarnya.

Putri bungsu dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Kanjeng Ratu Bendara angkat bicara (dok. Instagram @gkrbendara)
Putri bungsu dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Kanjeng Ratu Bendara angkat bicara (dok. Instagram @gkrbendara)

Plengkung Gading sendiri adalah salah satu bangunan cagar budaya yang usianya lebih dari 200 tahun. Dari lima plengkung yang dulunya ada, hanya dua plengkung yang masih dalam bentuk asli yakni Plengkung Gading dan Plengkung Wijilan. Keduanya dibangun pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I, sekitar tahun 1780-an.

Komentar
Signin/Signup

Selamat Datang di teen.co.id

Jika tidak dapat login/signup akun, silahkan kontak kami
Twitter: @teencoid, Facebook: TeenIndonesia, Email: teen@teen.co.id

Term & Condition