Nggak Nyangka! Benang Jahit Operasi Ternyata Berasal dari Organ Tubuh Ini

Nggak Nyangka! Benang Jahit Operasi Ternyata Berasal dari Organ Tubuh Ini

Ema Aprilisa
Monday, 19 June 2017, 19:00:43 7847 0 0
Tahukah kamu, benang operasi terbuat dari organ hewan ini (dok. Lipoadvisor)
Tahukah kamu, benang operasi terbuat dari organ hewan ini (dok. Lipoadvisor)

Kalau kamu pernah menjalani operasi atau ada luka yang cukup lebar, tentu kamu pernah melihat benang yang digunakan untuk menjahit bagian tubuh tersebut kan, Teens? Pernah terpikir apa bahan benang apa yang digunakan oleh dokter untuk menjahit bagian-bagian tubuh manusia atau hewan tersebut?

Ternyata, benang untuk menjahit luka tersebut berasal dari tubuh ikan! Organ dalam ikan yang digunakan sebagai bahan pembuatan benang itu adalah gelembung renang yang bentuknya menyerupai balon. Pada ikan, organ ini digunakan sebagai alat layaknya pelampung.

Saat ingin berenang ke permukaan air, gelembung renang akan terisi penuh dengan udara sehingga membantu ikan berenang ke atas. Sedangkan saat ingin menyelam ke perairan yang lebih dalam, ikan mengempiskan gelembung renangnya.

Oleh sebab itu, organ tersebut memiliki lapisan yang sangat tipis namun sangat fleksibel sehingga mudah untuk mengembang dan mengempis. Karakteristik itulah yang menjadikannya cocok dipakai sebagai bahan benang jahit karena teksturnya yang tipis, lentur, dan kuat.

Tak semua jenis ikan bisa digunakan gelembung renangnya. Ikan tirusan atau ikan pirusan adalah salah satu ikan yang dianggap cocok. Organ tubuh ikan jenis ini dihargai sangat mahal. Hingga bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Ikan tirusan umumnya dapat ditemui di wilayah perairan laut wilayah tropis, Samudra Atlantik, dan Samudra Pasifik. Ikan ini dikenal di Indonesia dengan banyak nama lain seperti ikan asual, asuan, gotila, gopo, ketamba lencam, mata hari, ramin, dan sikuda.

Selain gelembung renang dari ikan tirusan, ikan kakap putih juga dikenal memiliki gelembung renang yang sesuai untuk pembuatan benang jahit. Harganya tergolong lebih murah, yaitu sekitar 750.000 rupiah hingga 1 juta rupiah per ons.

Komentar
Signin/Signup

Selamat Datang di teen.co.id

Jika tidak dapat login/signup akun, silahkan kontak kami
Twitter: @teencoid, Facebook: TeenIndonesia, Email: teen@teen.co.id

Term & Condition