Respective Perspective: Pemujaan Idol K-Pop dalam Pandangan 4 Seniman Muda Indonesia

Respective Perspective: Pemujaan Idol K-Pop dalam Pandangan 4 Seniman Muda Indonesia

sora sarah
Thursday, 15 June 2017, 21:40:44 864 0 0
Respective Perspective dari 4 seniman muda Indonesia (dok. Teen.co.id)
Respective Perspective dari 4 seniman muda Indonesia (dok. Teen.co.id)

Teens, diantara kalian pasti banyak yang menggemari K-pop kan? K-pop menjadi salah satu hal yang digemari saat ini. Tak hanya kaum remaja, generasi dewasa muda pun juga menikmati musik dan culture yang berhubungan dengan hal tersebut. Rasa suka terhadap K-pop pun dapat menginspirasi para seniman muda Indonesia dalam berkarya.

Misalnya saja keempat seniman muda yang baru saja membuka pameran kolaborasi ilustrasi mereka yaitu Dinan Hadyan, Ray Pratiwi, Canti Clarinta dan Hwang Tony.
Bersama Atreyu Moniaga Project, keempat seniman tersebut mengadakan pameran ilustrasi yang terinspirasi dari fenomena 'idolism' terhadap para idol K-pop yang berjudul "Respective Perspective" dan diadakan pada tanggal 14 Juni - 9 Juli 2017 di Ruang Seduh Kemang, Jakarta Selatan.

Hasil karya para seniman di Respective Perspective (dok. Teen.co.id)
Hasil karya para seniman di Respective Perspective (dok. Teen.co.id)

Merchandise dan shoutout board dalam pameran Respective Perspective (dok. Teen.co.id)
Merchandise dan shoutout board dalam pameran Respective Perspective (dok. Teen.co.id)

Dalam pameran ini, keempat seniman tersebut memberikan perspektif mereka masing-masing dalam komunitas K-pop dan idolism culture yang ada di dalamnya.

Ray Pratiwi, Canti Clarinta, Dinan Hadyan dan Hwang Tony (dok. Teen.co.id)
Ray Pratiwi, Canti Clarinta, Dinan Hadyan dan Hwang Tony (dok. Teen.co.id)

 

Para seniman di Respective Perspective (dok. Teen.co.id)
Para seniman di Respective Perspective (dok. Teen.co.id)

Idolism dan pemujaan, rasanya terdengar seram dan berlebihan. Namun, yang dilakukan banyak fans K-pop memang sudah dapat dikatakan sebagai memuja para idol kesayangan mereka. Perkembangan yang pesat dari genre musik populer asal Korea Selatan ini memang tak lepas dari kontribusi para pemuda dan pemudi yang cantik dan tampan yang biasa disebut dengan 'idol' tersebut.

Sesuai sebutannya, mereka diidolakan oleh banyak orang. Tak heran, para idol K-pop ini memang dengan sengaja dibuat memiliki citra yang sesempurna mungkin layaknya produk yang dimanufaktur dan tak bercacat.

Mengidolakan mereka memang tak ada salahnya kok, Teens. Namun, saking mengidolakannya banyak orang jadi memiliki sudut pandang bahwa mereka adalah segalanya, mereka tak boleh salah dan banyak penggemar yang merasa memiliki dan sebagainya. Pantas, saat seorang idol ketahuan berpacaran, banyak fans yang kemudian berbalik badan dan membenci mereka.

Menurut Dinan, hal ini sangat menarik untuk diangkat dalam bentuk karya. "Kalau artis K-pop dibentuk atas dasar kesempurnaan, terus nasib manusia yang ada dibalik sosok sempurna itu bagaimana? Manusia memiliki banyak kekurangan dan tak sempurna. Dengan istilah 'idol' atau 'produk' telah terjadi sebuah objektifikasi pada manusia yang ada di balik kesempurnaan tersebut," jelas Dinan saat ditemui di pembukaan pameran tersebut.

Dinan Hadyan dalam pembukaan pameran Respective Perspective (dok. Teen.co.id)
Dinan Hadyan dalam pembukaan pameran Respective Perspective (dok. Teen.co.id)

Untuk karyanya dalam pameran ini, Dinan menjadikan salah satu anggota EXO yaitu Sehun menjadi muse-nya dengan tema "Artificial Lover." Dinan menggunakan media cat air dan kolase portrait yang unik. Dalam karya utamanya, Dinan menggambarkan sosok sang idola dalam 2 sisi, sisi sempurna dalam bentuk Sehun EXO dan sisi manusia biasa sebagai Oh Sehun.

Yang unik, Dinan merobek-robek karyanya yang memperlihatkan citra Sehun EXO dan menumpuknya diatas lukisan Oh Sehun. "Itu kan yang menunjukkan layered dari idol-nya yang cantik dan bersih. Sedangkan di dalamnya, dia itu manusia biasa. Itu yang ingin aku angkat. Aku merobek sisi sempurnanya dan menunjukkan kalau di belakangnya ada sisi aslinya. Aku menggambarkan dia di atas bantal yang menunjukkan comfort, kenyamanan. Para idola memang memberikan comfort ke kita, tapi mereka sebagai manusia biasa juga butuh comfort," jelas Dinan.

karya Dinan Hadyan dalam Respective Perspective (dok. Teen.co.id)
karya Dinan Hadyan dalam Respective Perspective (dok. Teen.co.id)

Berbeda dengan Dinan, Canti Clarinta yang juga penulis komik Oppa! Life of a Fangirl justru lebih mengungkapkan sudut pandangnya mengenai hubungan antara fans dan idol K-pop dengan cara jenaka. Canti mengangkat sisi gelap dari fans K-pop dalam tema "Dosa dan Realita" dengan menggambarkan fans serta beberapa anggota GOT7 yang diidolakannya. "Di balik K-pop yang memang sangat keren dan rumit, ada banyak hal negatif yang pada kenyataannya terjadi. Misalnya saja fanwar antar fans dari idola yang berbeda, realita mengenai 'oppa notice me' dimana banyak fans mungkin merasa di-notice oleh sang idola setelah melakukan banyak hal dan mengeluarkan banyak uang. Misalnya saja, untuk mengejar-ngejar idola tersebut ke luar negeri dan sebagainya," jelas Canti.

Karya Canti Clarinta di Respective Perspective (dok. Teen.co.id)
Karya Canti Clarinta di Respective Perspective (dok. Teen.co.id)

Dalam karyanya, Canti juga mengangkat soal packaging yang menarik. Packaging dalam album K-pop selalu menjadi daya tarik, hal ini membuatnya memperlihatkan konsep packaging dalam instalasi karyanya berupa piringan hitam dan kaset video yang menyesuaikan dengan style vintage yang ia usung. Selain karya lukisan, ia juga mempersiapkan 11 macam stiker yang merepresentasikan 'dosa fangirl' dengan kalimat-kalimat yang jenaka.

Stiker dosa fangirl (dok. Teen.co.id)
Stiker dosa fangirl (dok. Teen.co.id)

Ray Pratiwi yang baru saja lulus dari Unisadhaguna International College menghadirkan 7 orang anggota BTS dalam karyanya. "Karya aku itu fanart dari BTS. Main artwork-nya itu adalah Rap Monster yang merupakan leader dari grup tersebut. Aku ambil dari salah satu judul lagu mereka "Am I Wrong?" jadi di lagu itu ada 1 lirik 'There's a fish in our heart, it's name is selfish' dan dari situ aku ingin menunjukkan bahwa mungkin kalian melihat mereka sebagai mesin yang bisa menari, menyanyi dan rap, sebagai sebuah produk yang dimanufaktur," ujar Ray.

"Padahal tidak sedangkal itu, mereka juga memberikan creative input saat mereka bekerja dan banyak orang tidak mengapresiasi hal tersebut. Aku ingin mengangkat bahwa mereka juga punya perasaan, punya pikiran. Walaupun mereka memang enggak selalu menunjukkanya pada dunia. Karya-karya sekelilingnya juga diambil dari lirik lagu tersebut," jelas Ray. Ia mempersembahkan 7 karyanya dalam bentuk digital. 

Karya Ray Pratiwi dalam Respective Perspective (dok. Teen.co.id)
Karya Ray Pratiwi dalam Respective Perspective (dok. Teen.co.id)

Hwang Tony yang menjadikan G-Dragon sebagai objek gambarnya menjadikan salah satu video klip G-Dragon berjudul Coup d'etat sebagai referensi untuk karyanya yang berjudul "Side" ini. "Yang mau saya ceritain di sini adalah pandangan orang terhadap idol dan fans K-pop itu sendiri, banyak yang memandang seseorang itu langsung mengambil kesimpulan tanpa banyak tahu. Jadi saya mau mengambil beberapa sisi dari seseorang dan menekankan bahwa setelah itulah kita baru bisa mengambil kesimpulan," jelas Tony.

Hal ini rupanya menggambarkan fenomena yang terjadi antara fans K-pop dan dunia dimana banyak orang yang menganggap rendah fans K-pop dan merasa selera mereka payah karena menyukai K-pop. "Banyak yang menganggap fangirl dan fanboy itu secara cetek, tapi sebenarnya enggak bisa begitu," jelasnya. Ia juga menggambar naga di latar belakangnya sebagai identitas dari G-Dragon.

Karya Hwang Tony di Respective Perspective (dok. Teen.co.id)
Karya Hwang Tony di Respective Perspective (dok. Teen.co.id)

Mendengar asal-muasal terciptanya karya-karya tersebut tentunya menarik, bukan? Kalian pun bisa melihatnya sambil merenung, fans seperti apakah kalian? Apakah kalian mengidolakan para idol namun melupakan fakta bahwa mereka hanyalah manusia biasa?

Nah, bila kalian ingin melihat sendiri karya-karya mereka, kalian bisa datang ke pameran Respective Perspective di Ruang Seduh Kemang hingga tanggal 9 Juli mendatang. Tertarik?

Komentar
Signin/Signup

Selamat Datang di teen.co.id

Jika tidak dapat login/signup akun, silahkan kontak kami
Twitter: @teencoid, Facebook: TeenIndonesia, Email: teen@teen.co.id

Term & Condition