Cuman di Sini Kamu Bisa Menggores Mobil Lamborghini Mewah Sesuka Hati!

Cuman di Sini Kamu Bisa Menggores Mobil Lamborghini Mewah Sesuka Hati!

Ema Aprilisa
Thursday, 15 June 2017, 20:05:52 296 0 0
Lamborghini Gallardo di museum ARoS Aarhus Kunstmuseum, Denmark (dok. Trip Advisor)
Lamborghini Gallardo di museum ARoS Aarhus Kunstmuseum, Denmark (dok. Trip Advisor)

Siapapun pemilik mobil mewah, tentu biasanya tak akan membiarkan mobilnya tergores. Berbagai cara dilakukan agar kendaraan prestisusnya tetap terlihat baru dan menarik. Namun lain halnya dengan Lamborghini yang dipasang di museum ARoS Aarhus Kunstmuseum, Denmark. Pengelola tempat ini justru mengundang para pengunjung untuk ikut membuat goresan pada sebuah mobil hitam Lamborghini Gallardo.

Instalasi mobil mewah ini sudah terpasang di museum sejak September lalu. Lamborghini tersebut dipamerkan sebagai bagian dari campaign berjudul "No Man Is an Island". Selama 3 minggu, setiap orang boleh merusak mobil mahal itu. Walau awalnya banyak yang ragu, akhirnya makin banyak orang yang berani karena petugas museum terus meyakinkan pengunjung kalau tidak ada konsekuensi yang harus mereka terima akibat tindakan vandalism itu.

Kata pertama yang digoreskan di Lamborghini itu adalah "SKODA", yaitu sebuah merek mobil yang terbilang murah. Selanjutnya, pengunjung berkreasi dengan berbagai kata-kata ala mereka. Mulai dari ucapan selamat, slogan-slogan, hingga kata-kata cinta. Saat akhir masa pemajangan, mobil sport mewah buatan Italia tersebut telah penuh dengan goresan. Lebih dari 80% cat body mobil terkelupas. Saat ini, mobil telah diserahkan kembali ke pemiliknya, seorang seniman Norwegia bernama DOLK.

Lamborghini Gallardo sebelum dicoret dan digores di museum ARoS Aarhus Kunstmuseum, Denmark (dok. Trip Advisor)
Lamborghini Gallardo sebelum dicoret dan digores di museum ARoS Aarhus Kunstmuseum, Denmark (dok. Trip Advisor)

Ternyata, project unik tersebut bukan dilakukan tanpa maksud. Kurator museum, Pernille Taagard Dinesen, menyatakan jika karya seni lewat goresan di Lamborghini itu memperlihatkan jika segala sesuatu yang kita lakukan akan meninggalkan bekas. Termasuk dalam kehidupan sosial kita. Jika kita menyakiti seseorang, lukanya akan terbawa, mungkin hingga seumur hidup.

Walau konsepnya jelas dan menarik, ternyata banyak pula yang tidak setuju. Beberapa orang mengkritisi ARoS Aarhus Kunstmuseum karena mendorong perilaku vandalism. Menurut mereka, sekali orang merasa puas setelah melakukan aksi vandalism, mereka cenderung akan melakukannya lagi.

Namun Pernille Taagard Dinesen berpendapat jika hal tersebut di luar kendali pengelola museum. Jika ada yang menggores mobil orang lain di tempat parkir usai melakukannya di museum, itu adalah tanggung jawab setiap orang yang melakukannya. Sebab, pihak museum hanya mengajak orang untuk menggores mobil yang ada di museum ARos, bukan mobil-mobil lain yang berada di tempat umum.

Komentar
Signin/Signup

Selamat Datang di teen.co.id

Jika tidak dapat login/signup akun, silahkan kontak kami
Twitter: @teencoid, Facebook: TeenIndonesia, Email: teen@teen.co.id

Term & Condition