Setelah Berat Badan Turun, Gimana Cara Menjaganya? (Part 2)

Setelah Berat Badan Turun, Gimana Cara Menjaganya? (Part 2)

sora sarah
Monday, 13 June 2016, 11:30:35 3866 1

Hi, Teens! Back with me, Sorasarah.

Jadi saya mau melanjutkan tentang diet yang sebelumnya saya tulis di sini: Ingin Diet? Cara Mudah dan Aman Ini Berhasil Turunkan 16 Kilogram (Part 1)

Nah, sudahkah kalian mencoba diet tersebut?

Kali ini, saya ingin membahas soal menjaga berat badan agar tidak naik lagi. Setelah susah-susah menurunkan berat badan, pasti sebal kan kalau beratnya naik lagi? Tapi tenang, kalau kalian melakukan diet sehat seperti apa yang saya lakukan, kalian tidak akan mendapatkan efek yo-yo seperti kebanyakan diet lainnya kok.

Ok, now let's talk about it!

Setelah saya berhasil menurunkan berat badan saya sebanyak 16 kilogram, saya jadi malas-malasan melakukan pola makan sehat karena sudah merasa berhasil menurunkan berat badan. Padahal itu salah. Setelah berat badan turun banyak, ada baiknya kita mengganti jenis diet kita menjadi lebih ringan agar tubuh tidak terasa tersiksa dan tidak kebal terhadap diet yang kita lakukan.

Nah sayangnya saya agak lalai dalam melakukan hal tersebut dan kembali makan bebas seperti dulu. Olahraga pun saya malas. Akhirnya dalam waktu sekitar kurang dari setahun, saya lupa tepatnya, berat saya naik hingga 53kg dan stuck disitu-situ saja walaupun saya kembali melakukan diet saya terdahulu.

Nah, cara apa sih yang bisa dilakukan untuk kembali menurunkan berat badan setelah naik kembali?

Kalau saya adalah dengan cara mengganti pola makan dan menjalani clean eatingSaya mengonsumsi makanan yang tidak banyak mengandung minyak dan garam, jadi kurangi mengonsumsi makanan yang digoreng. Selain itu saya juga melakukan detoksifikasi.

Untuk clean eatingnya, saya biasa mengganti nasi putih menjadi nasi merah atau setidaknya hanya makan nasi putih setengah dari biasanya. Sisanya saya banyak makan sayuran atau makanan yang direbus dan jarang sekali makan sesuatu yang digoreng dan banyak minyaknya. Roti pun saya pilih jadi roti gandum yang kaya akan serat.

Untuk menu makanan, saya akan bahas di post berikutnya ya, kali ini saya ingin membahas soal detoksifikasi yang saya lakukan dan menu sarapan yang enak, rendah kalori dan cukup mudah dibuat.

Oke, mengenai detoksifikasi, walaupun terdengar sulit karena tidak boleh mengonsumsi apapun selain jus dan air, saya merasa hal tersebut tidak menyiksa. Karena ternyata saya tidak merasa lapar, hanya merasakan sedikit aneh karena perut sangat kosong (pssst, selama dan setelah melakukan detoks, perut saya terlihat sangat kecil karena tidak ada isinya hehehehe).

Detoksifikasi dengan juice cleansing bisa dibilang sangat populer, apalagi yang ingin menurunkan berat badan secara cepat dan sehat ditambah kulit yang lebih baik.

Hanya mengonsumsi jus buah dan sayur selama beberapa hari, kita membantu membuang racun yang ada dalam tubuh.

Namun perlu diingat, sebelum mencobanya, kalian harus sehat dan tidak mengidap penyakit tertentu. Takutnya, tidak kuat.

Trik untuk meracik jus detoksifikasi yang sempurna adalah dengan memastikan bahwa ada cukup vitamin dan mineral selama detoks berlangsung. Hmm, cukup tricky ya.

Kalau saya, sempat mencoba program detoks dari Cold Press Indonesia selama 3 hari. Program yang saya ikuti adalah "Skin Glow & Weight Maintenance" yang lebih memfokuskan kepada kulit yang bersih dan penurunan berat badan.

Selama 3 hari, saya tidak mengonsumsi apapun selain 6 botol jus detoks (totalnya 3 liter!) dan air (yang juga saya minum hingga 3 liter).

Saya tidak terlalu banyak mengalami kesulitan untuk menjaga nafsu makan karena berniat untuk kembali menurunkan berat badan, lagipula jus sebanyak itu cukup membuat saya merasa kenyang. Apalagi ternyata dalam tiap botol jusnya berisi sari buah dan sayuran yang di dapat dari 1,2kg buah dan sayur. Pantas, terasa cukup kenyang.

Nah, selama menjalankan detoks saya justru merasa lebih fit dan kulit terasa lebih segar dan tidak kusam. Yang membuat saya senang, dalam waktu 3 hari berat badan saya turun 2kg dan perut terasa sangat kecilan. Celana jadi longgar hehehe.

Tapi perlu diingat nih, setelah melakukan detoks kalian tidak boleh langsung mengonsumsi makanan berat. Takutnya, perut menjadi kaget. Coba pelan-pelan diganti mulai dari memakan oatmeal, sereal atau roti gandum selama sehari pertama setelah detoks. Kalau saya pribadi, sangat suka oatmeal.

Kebanyakan orang mungkin malas makan oatmeal karena rasanya yang hambar, padahal kalian bisa membuat oatmeal menjadi sarapan yang enak dan sehat lho. Caranya adalah dengan membuat overnight oat yang dibuat malam hari untuk dimakan di pagi keesokan harinya.

Bagaimana sih cara membuat overnight oats? Saya bagikan resepnya ya!

Alat dan bahan:

1. 1 cangkir oatmeal, biasanya saya pakai Quaker Oats atau Havermouth.
2. 1 kotak / gelas susu low fat, ini ada banyak pilihan di mini market, Ultra Milk juga enak kok.
3. 1 buah pisang berukuran besar, saya biasa pakai pisang sunpride
4. 5 buah kacang almond
5. 1 sendok teh madu
6. Potongan buah segar untuk topping seperti strawberry, pisang atau kiwi.
7. Toples untuk menyimpan

Cara membuat:
1. Masukkan oat dan susu ke dalam toples. Kalian bisa memakai susu dengan rasa tertentu seperti coklat atau strawberry.
2. Hancurkan atau potong-potong pisang dan masukkan ke dalam toples bersama susu dan oat.
3. Masukkan kacang almond yang sudah dihancurkan atau dipotong kecil.
4. Tambahkan madu lalu aduk rata.
5. Tutup rapat toplesnya, masukkan ke dalam kulkas dan bisa dikonsumsi keesokan paginya.

Dan hasilnya kira-kira seperti ini!

Cukup mudah kan?

Nah, kalau ada pertanyaan yang ingin ditanyakan atau didiskusikan, feel free to leave me a comment di bawah ini ya. Selamat mencoba!

Last Editor : Khairiyah Sartika
Komentar
-TERPOPULER-