Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, Film Bergenre Komedi Satire dengan Kekuatan Imajinasi

Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, Film Bergenre Komedi Satire dengan Kekuatan Imajinasi

Teeno
Sunday, 14 July 2019, 10:22:22 1016 0

Cerpen fenomenal karya Seno Gumira Ajidarma berjudul Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi  diangkat ke layar perak oleh sutradara John de Rantau dengan judul yang sama. 

Film bergenre komedi satire produksi Himaya Studio ini mencoba menampilkan tema kekuatan imajinasi yang mampu mengalahkan segalanya dibalut dengan sentilan-sentilan komedi yang tak biasa dan menghibur.

Sang sutradara John De Rantau mengatakan, meski komedi, tapi dia sengaja tidak memakai komedian atau komika, dan kisahnya tidak vulgar meski ada beberapa adegan erotis dalam trailer film ini yang bisa saja membuat penonton mengernyitkan dahi. Hal itu sengaja dilakukan agar penonton mendapatkan suguhan film komedi yang kritis dan pendekatan yang natural tidak dibuat-buat.

“Saya ingin sesuatu yang beda. Meski ada sedikit adegan erotis mandi di kamar mandi, tapi film ini saya tegaskan tidak vulgar. Dan pemilihan pemain, saya tidak mau terjebak dengan pemain yang cenderung mencari efek melucu. Saya tidak mau lucunya dibuat-buat,” ujar John de Rantau saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta, belum lama ini.

“Saya pakai pemain dengan berbagai latar belakang mulai model, kontes kecantikan, aktor lulusan sekolah, aktor-aktris otodidak, penari sampai wartawan. Intinya, saya ingin menghidangkan film ini dengan gaya berolok-olok. Tidak ada gaya slapstik, saya cenderung melakukan pendekatan situasional. Semua yang disampaikan bukan dengan cara melucu, melainkan serius, seperti beberapa film terdahulu seperti Kejarlah Daku Kau Kutangkap dan Kipas-Kipas Cari Angin,” katanya lagi.

John menilai, cerpen Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi sebagai cerpen yang cerdas dalam memperolok-olokkan zamannya tanpa terasa nyinyir dalam menyindir pemerintahan secara kasar, namun disampaikan dengan bahasa yang elegan.

“Karena itu saya ramu naskahnya supaya bisa selaras dengan konteks jamannya. Saya harapkan dari kejenuhan tema komedi yang seragam selama ini, film DMDKM bisa hadir sebagai film terobosan,” ungkapnya.

Selain memiliki komposisi cerita yang kuat,  tokoh-tokoh di film ini pun diperankan oleh sederet artis senior seperti Mathias Muchus, Yurike Prastika, Yan Widjaya, Inggrid Widjanarko, Anna Tarigan, Ricki Malau, wan Gardiawan, Anne J.Cotto, Anisa Sheban, J. Sebastian dan masih banyak lagi. Sementara itu, sosok Sophie diperankan oleh mantan finalis putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira. 

Cerita film ini berkisah tentang Sophie, gadis cantik yang tetiba “berada di sebuah Kampung Lapak yang dihuni oleh orang-orang yang bertolak belakang dengan sosoknya. Pemukiman berhimpit yang dihuni oleh multi etnis dari berbagai latar belakang ini, seolah kehadiran sosok “dari luar angkasa” yang tetiba mengobrak-abrik hidup mereka, terutama kaum wanita di kampung Lapak. 

Kehadiran Sophie yang membutuhkan studi langsung untuk menyelesaikan thesis nya ini rupanya menjadi sumber petaka bagi gerombolan istri.

Sosok Sophie yang aduhai adalah selingan segar bagi para suami dan laki-laki baik tua maupun muda. Sayangnya di antara mereka mungkin ada yang kebablasan, mungkin juga tidak, tetapi Sophie sudah keburu menjadi kambing hitam warga. Kehadirannya seketika membuahkan peperangan asumsi  yang mana bumbu-bumbu negatif lebih mendominasi situasi.

Film Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi ditayangkan secara serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 18 Juli 2019. 

Last Editor : Tubagus Guritno
Komentar
-TERPOPULER-