Resonansi 'Putri Sejati'

Resonansi 'Putri Sejati'

Lucky Alamanda
Monday, 22 April 2019, 12:00:44 1203 1

Anak-anak kecil duduk melingkar

Pada sebuah ruangan seluas tiga kali tiga

Satu anak perempuan di tengah lingkaran

Berdiri mematung, menahan marah

 

Pats! Nyala lilin terakhir padam, gelap gulita

Semua berlarian keluar ruangan kecuali satu

Mencari sebersit cahaya rembulan, nihil

Awan-awan kelabu terlanjur menguasai langit malam

 

Perkampungan sesak di bantaran sungai

Dan orang-orang yang kehabisan akal

Mengutuk dunia yang makin larut makin hitam

 

Satu anak perempuan tertinggal di ruangan

Bicara pada 'putri sejati'-nya

Apa yang dilakukan orang-orang di luar sana?

 

Dalam gelapnya ruangan 'putri sejati'-nya menghampiri

Anggun dan bersinar terang, membuat si anak perempuan terperangah

Jika ada yang bilang aku telah binasa

Aku masih ada di jiwa-jiwa perempuan yang pantang menyerah

Sang 'putri sejati' menunjuk pada hati si anak perempuan

Keluarlah Nak, katakan pada semua orang, ini bukan akhir dunia

Awan kelabu hanya sesaat, rembulan kan kembali

Sementara itu carilah lilin lain

 

Anggukan dan lari kecil satu anak perempuan

Diluar mulai tenang, orang-orang menengadahkan kepala

Sebagian mencari lilin lain, sebagian mengumpulkan anak-anak

Bantaran sungai benderang oleh cahaya lilin-lilin

 

Tak berapa lama rembulan menampakkan diri

Satu anak perempuan diarak bak pahlawan

Tahu pasti, tidak lagi ia akan mematung dan jadi bahan tertawaan

Orang-orang telah menerima eksistensinya

 

Satu-satunya anak perempuan yang mengikuti sekolah malam

Setelah ia mengadu nasib sebagai penjaja makanan ringan di siang harinya

Tak pernah ia mengurungkan niatnya datang ke sekolah malam

Meski sebelumnya ia bahkan ditertawakan

 

Ia hanya ingin menjadi putri sejati, seperti 'putri sejati'-nya

Kartini.

 

(Edisi Hari Kartini)

Last Editor : Khairiyah Sartika
Komentar