Jumat, Mei 24, 2013
Blog Bloggers Sitta Oktaviana

Teen Blog

Hai Teenholics, buat yang senang nulis cerpen,puisi atau membagi pengetahuan dan lainnya, kamu boleh corat coret disini.

  • Home
    Home This is where you can find all the blog posts throughout the site.
  • Categories
    Categories Displays a list of categories from this blog.
  • Tags
    Tags Displays a list of tags that has been used in the blog.
  • Bloggers
    Bloggers Search for your favorite blogger from this site.
  • Team Blogs
    Team Blogs Find your favorite team blogs here.
  • Archives
    Archives Contains a list of blog posts that were created previously.
  • Login

Posted by on in Puisi
Sejak lahir aku belum tahu namamu Sayap-sayapmu menghangatkanku Ketulusan itu memancar indah   Ku tatap matamu nan elok dan bening bagai embun Bisa ku rasakan bibirmu sesekali bergerak Seolah kau ingin mengatakan sesuatu   Aku tidak mengerti dengan semua itu Mengapa kau selalu ada disampingku? Di saat pagi, siang, malam, bahkan saat ku dengar rintikan hujan   Sesekali kusentuh rambutmu yang indah Sesekali ku rasakan detak jantungmu Duniaku terasa indah dan nyaman   Tak bisakah aku merasakan itu lagi? Tak bisakah ku rasakan hangatnya pelukan sayap-sayapmu? Kini aku tahu namamu, kau adalah bidadariku, dengan nama IBU            Jatinangor, 2 Agustus 2012 by: Sitta Okta...
Hits: 574
Rate this blog entry:
0

Posted by on in Puisi
Dimanapun, kapanpun, selalu kuingat Bayang-bayang semu itu Ku rasa lelah dan jenuh   Ingin sekali kuseret langkahku  Meninggalkan kejenuhan yang tak berujung Ku cari jawaban, ku cari alasan   Namun semua itu sia-sia Tidak ada yang mendengar Mungkin, hanya angin dan rintikan hujan yang ada   Ilalang pun bisa merasakan ketika ia dihempas angin dan hujan hanya saja ia tak mampu mengungkapkan  ...
Hits: 629
Rate this blog entry:
0

Posted by on in Teenlit (Cerpen)
         Pagi itu aku masih santai, menunggu adikku Aurora selesai sarapan. “Huh, lama sekali. Raa…cepetan dong, kakak udah telat nih.” Kataku. Kita berdua akan berangkat ke sekolah bersama ayah. Aurora sudah menginjak kelas 2 SMP, sedangkan aku kelas 1 SMA. Ya, aku sedang mengikuti masa ospek di sekolah. Lalu kami pun bergegas berangkat bersama. Sekolah Ara memang gak jauh dari sekolahku. Setelah mengantarkan kami berdua, ayahpun berangkat kerja. “Taaa… Taaa!”, ada suara bocah laki-laki yang memanggilku. Dia Daniel, teman satu kelompok ospekku. “Bareng dong ke kelasnya, ta. Eh iya ngomong-ngomong kamu tadi berangkat sama siapa?”, Tanya Daniel. “Aku dianter sama ayah, bareng Ara juga kok”, s...
Hits: 790
Rate this blog entry: